2012 merupakan tahun yang sangat
berkesan bagi saya, yahh dari segi akademik alhamdulillah (tahu lah yah
alhamdulillahnya gw gimana) trus dari segi organisasi alhamdulillah proker saya
juga berjalan lancarrrr.
Kala
itu, Bem FEM Kabinet Progresif sudah
demisioner dan kabinet berikutnya akan segera dibentuk, para calon ketua bem
telah berkampanye memaparkan visi dan misinya. Tim formaturnya pun telah
dibentuk untuk kabinet selanjutnya. Setelah
melalui pemilihan oleh seluruh masyarakat FEM akhirnya pemilihan ketu bem itu
dimenangkan oleh Erlangga, yup eks kadept kastrad ini mengungguli suara dari
calon lainnya yaitu Hadiansyah yang juga eks kadept pengmas. Walau suaranya
terpaut sedikit tapi hasil ini diterima oleh seluruh masyarakat FEM.
Seteleah
Erlangga terpilih menjadi ketua, dia membentuk tim formatur untuk kabinet
selanjutnya dan memilih pesaingnya yaitu hadiansyah sebagai wakilnya dan
beberapa BPH lainnya. Dalam struktur organisasi bem fem, ada yang berbeda dari
struktur bem lainnya yaitu adanya posisi kabid yang membawahi dua departemen.
Bisa dikatakan kabid ini mengontrol dua departemen dibawahnya. Kabid – kabid
ini dipilih oleh tim formatur yang memang telah mempertimbangkan alasan mengapa
memilih orang ini menjadi kabid.
Setelah
beberapa lama setelah pemilihan, teman saya willy yang merupakan ketua tim
sukses dari hadiansyah ini ditawarkan menjadi kabid sopol (sosial dan politik),
dan setelah berpikir lama dan mengajak sharing beberapa orang dia mengiyakan
untuk menjadi kabid sospol. Tak selang beberapa lama dari itu, angga (panggilan
erlangga)menelpon saya untuk bertemu dan memang ada pikiran dari saya kalau
angga akan menawarkan posisi kabid bos (budaya, olahraga dan seni) dan ternyata
benar dia menawarkan posisi tersebut tapi saya meminta tenggang waktu untuk
memikirkannya.
Selama
tenggang waktu satu hari yang diberikan
itu saya berpikir
apakah saya layak menduduki
posisi itu?
Apakah saya bisa mengontrol
kedua departemen yang jelas – jelas berbeda?
Apakah saya mampu
menyukseskan megaproker kedua departemen itu?
Saya mulai berpikir untuk menolak tawaran dari angga tersebut, karena
memang saya belum ada pikiran untuk melanjutkan lagi karena saya mau fokus
akademik dan memang saya pernah berkata ke teman – teman yang lainnya kalau
saya tidak akan melanjutkan lagi. Tapi pada akhirnya setelah berpikir sehat
saya memutuskan untuk melanjutkan perjuangan di kabinet prioritas. Saya
mempunyai niat untuk memperbaiki kesalahan – kesalahan di kabinet sebelumnya
dan berjanji untuk membantu menyukseskan megaproker mereka dengan segala
kemampuan yang saya miliki.
Apalagi saya mendapat kepercayaan dari eks ketua bem fem untuk
meyukseskan salah satu megaproker yang di tahun kemarin tidak terlaksana sesuai
rencana..
Pilihan di akhir tahun 2012 yang akan mengubah kehidupan saya di tahun
2013, semoga berhasil…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar